Solo, Kota Sehat yang Mendukung Budaya Hidup Sehat

Pernahkah Sobat berkunjung ke kota Solo? Jika pernah pastinya Sobat sekalian sudah tidak asing dengan sebuah slogan “Solo Berseri”. “Solo Berseri” merupakan slogan kota Solo atau yang juga dikenal dengan sebutan Kota Surakarta. “Berseri” merupakan sebuah akronim yang memiliki kepanjangan “Bersih, Sehat, Rapi dan Indah”. Sebuah akronim yang memang menunjukkan Kota Solo yang senantiasa bersih, sehat, rapi dan indah.

Kota Solo merupakan sebuah kota madya yang terletak di wilayah provinsi Jawa Tengah tepatnya di sekitar 65 km timur laut Yogyakarta dan 100 km tenggara Semarang serta dikelilingi oleh Gunung Merbabu dan Merapi (tinggi 3115m) di bagian barat, dan Gunung Lawu (tinggi 2806m) di bagian timur. Selain memiliki slogan “Berseri”, kota Solo juga terkenal dengan slogan “Solo Spirit of Java”, karena di Solo sobat sekalian akan menemukan berjuta kekayaan budaya jawa yang mungkin tidak dapat Sobat temukan di kota lainnya. Dan inilah Solo, kota madya nan bersahaja.

Sesuai dengan salah satu akronim dalam slogan kota Solo yaitu “Sehat”, maka kota solo berusaha menjadi sebuah kota madya yang sehat dan nyaman. Kesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk dijaga, baik kesehatan jiwa maupun kesehatan raga. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Walaupun tergolong kota madya namun Solo menyediakan berbagai fasilitas yang sangat menunjang kesehatan warganya. Jadi jangan khawatir ketika suatu ketika tiba-tiba ada salah satu dari kita yang sakit (amit-amit, semoga saja selalu tetap sehat, hehe) karena di Solo yang notabene kota madya memiliki banyak Rumah Sakit, Puskesmas, Balai Pengobatan, Apotek dan sarana penunjang kesehatan lainnya.

Saat ini di kota yang dipimpin oleh bapak Jokowi (Joko Widodo, red) ini terdapat sedikitnya 15 Rumah Sakit besar yang tersebar seantero Solo. Beberapa di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi (Rumah Sakit Jebres), Rumah Sakit Islam Kustati, Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta, Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi, Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso, Rumah Sakit Panti Waluyo, Rumah Sakit Slamet Riyadi (DKT), Rumah Sakit AURI Adi Sumarmo, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rumah Sakit Kasih Ibu, Rumah Sakit Brayat Minulyo, Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru, Rumah Sakit Jiwa Surakarta, Rumah Sakit Jiwa Panti Rapih dan Rumah Sakit Bersalin Triharsi.

Salah satu Rumah Sakit yang terkenal di Solo adalah RSUD Dr Moewardi. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit umum milik pemerintah daerah Kota Surakarta yang beralamat di Jl Kol Sutarto 132 Surakarta. Menurut Mulyati, salah seorang pekerja RS Dr Moewardi, rumah sakit ini mampu menampung 750 pasien termasuk pasien umum. Fasilitas yang ada di rumah sakit ini pun tidak kalah dengan fasilitas yang ada di rumah sakit di kota-kota besar lainnya. RS Dr Moewardi memiliki beberapa dokter spesialis dan instalasi gawat darurat yang terbuka 24 jam non stop dengan pelayanan prima untuk semua pasiennya. Selain RSUD Dr Moewardi, rumah sakit lain yang memberikan pelayanan UGD 24 jam di antaranya adalah RS Kasih Ibu, RS Panti Waluyo, RS Brayat Minulyo, dan RS Dr. Oen.

Berdasarkan informasi dari wikipedia, Jumlah penduduk kota Surakarta pada tahun 2010 adalah 503.421 jiwa tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan dengan daerah seluas 44,1 km2. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduknya sebesar 66%. Dengan adanya 15 rumah sakit yang tersebar dari solo bagian timur sampai barat dan solo bagian selatan sampai utara, diharapkan jaminan kesehatan masyarakat kota Solo dapat ditingkatkan.

Selain rumah sakit, kota yang terkenal dengan sungai bengawan solonya ini juga memiliki banyak puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan yang ada di Kota Solo. Bahkan beberapa Puskesmas telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 yang merupakan sertifikat jaminan mutu administratif, sehingga semakin memantapkan pasien untuk berobat di puskesmas. Puskesmas yang telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 ini misalnya adalah Puskesmas Pajang yang beralamat di Jl Sidoluhur no 29 Songgalan, Puskesmas Sangkrah yang beralamat di Jl. S. Indagri RT 04 RW 01 Surakarta, Puskesmas Ngoresan yang beralamat di Jl. Kartika IV no 2 Ngoresan, Surakarta dan beberapa Puskesmas lainnya. Dari 17 Puskesmas yang tersebar di Kota Solo, 7 diantaranya sudah bersertifikat ISO 9001:2008.

Pemerintah kota budaya ini juga memberikan jaminan kesehatan bagi warganya yang kurang mampu melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk warga miskin Kota Solo. Bahkan baru-baru ini di awal bulan Mei Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melucurkan program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis bagi ibu hamil dan melahirkan. Program Jampersal ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, program ini merupakan program pemerintah pusat berdasar Surat Edaran dari Menteri Kesehatan. Untuk melaksanakan program tersebut, Pemerintah Kota Solo memperoleh alokasi dana Rp 1,8 miliar. Program tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Solo tetapi bagi semua masyarakat yang melakukan kehamilan dan melahirkan di Solo. Program ini juga berlaku untuk umum tidak hanya masyarakat kurang mampu saja. Sama halnya dengan kota ataupun daerah lainnya, kota batik ini juga memiliki program Posyandu untuk balita. Selain program-program tersebut, masih banyak lagi program pemerintah Kota Solo untuk mendukung kesehatan warganya.

Jika sobat berkunjung ke Kota Solo, sobat akan menemukan suatu hari istimewa setiap minggunya, “Car Free Day”. Pernahkah sobat ikut serta dalam agenda mingguan tersebut? Setiap hari minggu pagi Pemerintah Kota Surakarta mencanangkan Car Free Day di jalan protokol Kota Solo yaitu Jalan Slamet Riyadi. Car Free Day merupakan program pengosongan Jalan Slamet Riyadi dari berbagai jenis kendaraan bermotor, tiap hari Minggu pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Jalan utama di jantung kota kelahiran almarhum Gesang ini tiap Minggu pagi dibanjiri oleh lautan manusia yang datang dari segala penjuru kota Solo. Warga kota Solo memanfaatkan CFD sebagai ajang rekreasi, olahraga sekaligus bersosialisasi antarwarga, mereka pun bebas berekspresi di ruang publik yang ramah lingkungan dan bebas asap kendaraan bermotor selama 4 jam. Adanya CFD ini merupakan salah satu bukti perhatian Pemerintah kota Solo akan pentingnya gaya hisup sehat bagi warganya. Walaupun pada awal peluncuran CFD ini baru segelintir orang yang menikmati, namun dari pekan ke pekan jumlah orang yang memanfaatkan ruang publik ini semakin banyak. Dengan semakin banyaknya penikmat Car Free Day maka akan semakin banyak pula warga Solo yang berolahraga dan bergaya hidup sehat, lebih lanjutnya Kota Solo menjadi kota sehat yang mendukung budaya hidup sehat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Penyelesaian Tugas RSM

Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Aku ingin bebas - lepas