Zat Warna Yang Berbahaya

Kita harus berhati hati dalam memilih makanan olahan, karena tidak jarang makanan yang dijual ternyata diolah memakai zat warna yang bukan untuk pewarna makanan. Dengan tujuan untuk menarik minat pembeli atau meningkatkan nilai jual maka tidak sedikit pihak produsen memakai atau menambahkan pewarna yang bukan untuk pangan, yang tentunya berbahaya bagi kesehatan kita sebagai konsumen.

Untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh zat warna tersebut Departemen Kesehatan RI telah mengatur tentang zat warna yang berbahaya ini agar masyarakat terhindar dari akibat yang merugikan.

Ada 30 jenis zat warna yang dinyatakan berbahaya bila digunakan dalam pengolahan makanan. Adapun zat warna yang dimaksud terdiri dari :

1. Auramin

2. Alkanet

3. Butter Yellow

4. Black 7984

5. Burn Umber

6. Chrysoindine

7. Chrysoine

8. Citrus red No.2

9. Chocolate Brown FB

10. Fast Red E

11. Fast Yellow AB

12. Guinea Green B

13. Indanthrene Blue RS

14. Magenta

15. Metanil Yellow

16. Oil Orange SS

17. Oil Orange XO

18. Oil Yellow AB

19. Oil Yellow OB

20. Orange G

21. Orange GGN

22. Orange RN

23. Orchid and Orcein

24. Ponceau 3R

25. Ponceau SX

26. Ponceau 6R

27 Rhodamin B

28 Sudan I

29. Scarlet GN

30. Violet 6B

Zat warna tersebut dinyatakan berbahaya melalui PERMENKES RI No. 239/Menkes/Per/V/85 Tentang Zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya.

Jadi bila memilih makanan dan ternyata dalam kemasan tercantum zat warna dimaksud, maka lebih baik tidak membelinya.

Rhodamin B banyak digunakan dalam sirup, terasi, lipstik yang umumnya berwarna merah. Belum lama tersiar berita melalui media elektronik bahwa jajanan anak sekolah di sebuah SD tertentu, setelah diteliti ternyata sirup yang biasa dijual mengandung Rhodamin B.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Penyelesaian Tugas RSM

Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Mangkunegaran Performing Art 2011 - Keajaiban Budaya Kota Surakarta