Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

Aku ingin bebas - lepas

Mengeluh, memang bukan suatu hal positif yang layak dilakukan. Tapi entah mengapa diri ini seakan-akan ingin selalu mengeluh?? Apakah karena aku kurang bersyukur ya?? Astaghfirullahaladzim, sepertinya aku memang harus segera mengubah kebiasaan buruk ini.. Dan nikmat manakah yang bisa aku dustakan?? Padahal aku pun hidup dan bernapas masih menggunakan udaraNya, dan Ia berikan itu semua GRATIS..

YA ALLAH, ampuni hamba-Mu ini yang tidak pernah puas dan selalu mengeluh. Kuatkanlah hamba agar bisa qanaah dalam setiap pemberian-Mu dan selalu bersyukur atas semua nikmat-Mu..

Apakah karena aku rindu kebebasan ya?? Sungguh ketidaknyamanan itu seakan-akan terus menghantui, seperti tidak ada kuasa lagi atas diri ini..

Sargassum sebagai Alternatif Pewarna Alami

Gambar
Konsumen merupakan pasar yang potensial bagi perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Umumnya yang pertama kali diperhatikan saat memilih makanan atau minuman adalah kenampakan visualnya, terutama warna. Tidak sedikit orang yang membeli suatu jenis makanan hanya karena melihat warnanya yang menarik.

Di kalangan anak-anak, warna jelas menjadi daya tarik paling utama di samping bentuk dan kemasan. Mereka bahkan terkadang tidak terlalu mempedulikan bagaimana rasa makanan atau minuman yang mereka beli, selama warna, bentuk, dan kemasannya menarik.

Undang-undang penggunaan zat pewarna di Indonesia belum diterapkan secara tegas, maka terdapat kecenderungan terjadinya penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk produk makanan dan minuman. Misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit dipakai untuk mewarnai makanan atau minuman. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut.

Timbulnya penyalahgunaan ini sebagian besar disebabk…

Zat Aditif yang terkandung dalam Bahan Makanan

Setiap hari kita memerlukan makanan untuk mendapatkan energi (karbohidrat dan lemak) dan untuk pertumbuhan sel-sel baru, menggantikan sel-sel yang rusak (protein). Selain itu, kita juga memerlukan makanan sebagai sumber zat penunjang dan pengatur proses dalam tubuh, yaitu vitamin, mineral, dan air.
Sehat tidaknya suatu makanan tidak bergantung pada ukuran, bentuk, warna, kelezatan, aroma, atau kesegarannya, tetapi bergantung pada kandungan zat yang diperlukan oleh tubuh. Suatu makanan dikatakan sehat apabila mengandung satu macam atau lebih zat yang diperlukan oleh tubuh. Setiap hari, kita perlu mengonsumsi makanan yang beragam agar semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh terpenuhi. Hal ini dikarenakan belum tentu satu jenis makanan mengandung semua jenis zat yang diperlukan oleh tubuh setiap hari.
Supaya orang tertarik untuk memakan suatu makanan, seringkali kita perlu menambahkan bahan-bahan tambahan ke dalam makanan yang kita olah. Bisa kita perkirakan bahwa seseorang tentu tidak …

Membuat Pewarna Makanan Alami

JAKARTA, JCDnews - Sering kali, kita merasa ragu untuk memilih pewarna makanan apa yang aman untuk makanan yang akan kita buat. Apalagi, bila makanan tersebut dibuat untuk si kecil yangn memang tertarik dengan makanan-makanan berwarna.

Selain menarik perhatian, biasanya pewarna makanan juga bisa membuat selera makan meningkat.

Pewarna makanan alami adalah sebuah zat warna alami (pigmen) yang didapat dari tumbuhan, hewan, atau sumber mineral. Kebanyakan kita yakin, kalau pewarna alami, akan lebih aman dari pada pewarna sintetis.

Dalam daftar FDA, pewarna alami dan pewarna identik alami tergolong dalam ”uncertified color additives” karena tidak memerlukan sertifikat kemurnian kimiawi.

Adapun kelemahan pada pewarna makanan alami memang sering menjadi kendala para pengolah makanan. Karena zat warna alami cenderung memberikan rasa dan flavour khas yang tidak diinginkan.

Konsentrasi dan stabilitas pigmen rendah, keseragaman warna kurang baik, serta spectrum warna yang tidak seluas pewarna sinte…

Pewarna Alami dari Limbah Kulit Manggis

Manggis (Garcinia mangostana L.) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Queen of fruit, merupakan sejenis tanaman buah yang tumbuh dan berkembang dikawasan tropis. Diperkirakan di Indonesia terdapat 100 jenis Garcinia , dari sekitar 400 Garcinia yang ada di dunia, yang tersebar didataran rendah adalah sampai sekitar 1000 m dpl. Buah manggis ini mulai banyak diminati oleh para konsumen selain memiliki rasa yang enak , putih dan juga menarik.

Biasanya orang – orang memanfaatkan manggis adalah dengan memakan daging buahnya yang berwarna putih, dan mereka membuang kulitnya. Tanpa mereka sadari, mereka telah menambah jumlah limbah yang ada dengan membuangnya. Sebenarnya limbah dari kulit manggis yang telah dibuang dapat diolah kembali dan hasilnya bisa digunakan kembali (recycle). Setelah kita memakan manggis, otomatis kulit manggis yang kita buang tidak memiliki nilai guna lagi. Dengan adanya daur ulang kulit manggis kita dapat memberikan nilai tambah dengan memproduksinya sebagai bahan ba…

Menyala, Padahal Berbahaya

Jajanan anak-anak kembali jadi sorotan serius. Kali ini, badan pengawas obat dan makanan (bpom) jawa barat merilis hasil pengkajiannya terhadap sejumlah makanan anak-anak yang dijual di beberapa wilayah di bandung, jawa barat. Hasilnya, ternyata sebanyak 80% dari jajanan yang diobservasi mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan, seperti formalin, boraks, natrium siklamat, rhodamin, dan sakarin.

Pengkajian itu dilakukan sejak Mei 2003 hingga akhir September 2003. Namun, Ketua BPOM Jawa Barat Euis Megawati buru-buru mengatakan bahwa pengkajian itu bukan merupakan penelitian ilmiah. Itu sebabnya Euis enggan menjelaskan jumlah dan jenis jajanan yang ditelaah lembaganya itu. Dia hanya menambahkan bahwa berbagai zat berbahaya tadi ada pada jajanan anak-anak buatan rumah tangga, bukan makanan kemasan buat anak-anak yang dijual di supermarket.

Artikel Lain
Orang Lama Terganggu
Memangkas demi Pasar Bebas
Berobat, lalu Shopping atau Renang
Sekadar Permen buat Konsumen
Menyala, Padahal …

MENGENAL PEMANIS BUATAN MUTAKHIR

Konsumsi gula dunia cenderung meningkat sejalan perkembangan populasi dan peningkatan taraf hidup terutama di negara-negara maju. Di lain pihak, dengan alasan kesehatan, konsumen berusaha mencari pemanis yang tidak menghasilkan kalori agar mereka tetap dapat menikmati rasa manis tanpa takut menjadi gemuk atau menimbulkan respon glikemik (peningkatan kadar gula darah). Industri pangan dan farmasi berlomba-lomba menciptakan pemanis-pemanis sintetik bebas kalori. Pemanis yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat mengganti sukrosa (gula tebu), glukosa atau gula-gula lain yang berkalori tinggi, mendukung usaha konsumen untuk mengontrol berat badan, menekan kadar glukosa darah, mengurangi sedapat mungkin karies gigi yang diakibatkan konsumsi gula, akan tetapi tetap dapat menikmati rasa manis.
Evaluasi terhadap pemanis buatan sebelum dilempar ke pasaran meliputi mutu sensorik (rasa manis, ada tidaknya rasa pahit, ada tidaknya bau), keamanan, pengaruhnya terhadap zat-zat lain dalam bahan panga…

PEMANIS BUATAN “SIKLAMAT”

Pemanis merupakan komponen bahan pangan yang umum, oleh karena itu agak aneh kalau dimasukkan ke dalam daftar bahan tambahan makanan. Pemanis yang termasuk BTM adalah pemanis pengganti gula (sukrosa). Pemanis, baik yang alami maupun yang sintetis, merupakan senyawa yang memberikan persepsi rasa manis tetapi tidak (atau hanya sedikit) mempunyai nilai gizi (non-nutritive sweeteners).

Suatu senyawa untuk dapat digunakan sebagai pemanis, kecuali berasa manis, harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, sepert :

1. Larut dan stabil dalam kisaran pH yang luas,
2. stabil pada kisaran suhu yang luas,
3. mempunyai rasa manis dan tidak mempunyai side atau after-taste, dan
4. murah, setidak-tidaknya tidak melebihi harga gula.

Senyawa yang mempunyai rasa manis strukturnya sangat beragam. Meskipun demikian, senyawa-senyawa tersebut mempunyai feature yang mirip, yaitu memiliki sistem donor/akseptor proton (sistem AHs/Bs) yang cocok dengan sistem reseptor (AHrBr) pada indera perasa manusia. Sik…

Aspartam Si Pemanis

Saat ini di pasaran banyak dijual jenis zat-zat pemanis makanan dan minuman pengganti gula. Nah, salah satu pemanis yang beberapa waktu sempat membuat heboh adalah aspartam. Pemanis buatan ini dituduh sebagai pemicu kanker serta beberapa penyakit seram lain. Benarkah aspartam sangat berbahaya bagi tubuh? Jika berbahaya mengapa masih banyak dijumpai pada produk makanan yang sehari-hari kita konsumsi?




Aspartam adalah

Dibanding sakarin (saccharin), aspartam adalah pemanis buatan yang paling laris digunakan saat ini. Aspartam adalah senyawa yang dibuat dengan menggabungkan 2 buah asam amino, yaitu fenilalanin dan asam aspartat dengan derajat kemanisan sekitar 160 sampai 200 kali gula pasir dan hampir tidak mengandung kalori.

Saat ini aspartam dijual dalam berbagai bentuk, seperti cair, butiran, enkapsulasi dan juga tepung. Aspartam dalam enkapsulasi bersifat tahan panas sehingga dapat digunakan untuk produk-produk yang memerlukan suhu tinggi dalam pembuatannya.


Amankah?

Tahun 1981, aspartam me…

Apa Bedanya Perasa Buatan dan Perasa Alami ?

Ditulis oleh Silvia Iskandar pada 03-05-2005

Hanya ada sedikit perbedaan di komposisi kimia perasa alami dan buatan.Keduanya dibuat di laboratorium oleh profesional yang terlatih, seorang ‘ahli rasa’, yang mencampur bahan-bahan kimia yang tepat dengan proporsi yang akurat.

Seorang ahli rasa menggunakan bahan-bahan kimia alami untuk membuat perasa alami dan bahan-bahan kimia sintetis untuk membuat perasa sintetis. Tetapi, pada dasarnya, si ahli rasa harus menggunakan bahan-bahan kimia yang sama untuk formula perasa buatannya dengan bahan-bahan kimia yang ia gunakan pada saat ia membuat perasa alami. Kalau tidak, rasanya tidak akan menjadi seperti yang diinginkan.

Perbedaan antara ‘alami’ dan ‘buatan’ datang dari ‘sumber’ bahan-bahan kimia yang dipakai dalam proses pembuatan perasa ini. Ini bisa disamakan seperti menyebut apel yang dijual di hotel adalah buatan dan apel yang dijual di toko buah adalah alami.

Hal ini sering membingungkan konsumen karena banyak contoh kasus yang demikian dala…

ZAT PERASA

Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah:

Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

gambar 4. Tahu menggunakan zat pewarna alami

tahu yang berwarna kuning berasal dari kunyit. Karena jumlah pilihan warna dari zat pewarna alami terbatas maka dilakukan upaya menyintesis zat pewarna yang cocok untuk makanan dari bahan-bahan kimia.

Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan,
yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Beberapa zat pewarna sintetik bisa saja memberikan warna yang sama, namun belum tentu semua zat pewarna tersebut cocok dipa…

Zat Warna Yang Berbahaya

Kita harus berhati hati dalam memilih makanan olahan, karena tidak jarang makanan yang dijual ternyata diolah memakai zat warna yang bukan untuk pewarna makanan. Dengan tujuan untuk menarik minat pembeli atau meningkatkan nilai jual maka tidak sedikit pihak produsen memakai atau menambahkan pewarna yang bukan untuk pangan, yang tentunya berbahaya bagi kesehatan kita sebagai konsumen.

Untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh zat warna tersebut Departemen Kesehatan RI telah mengatur tentang zat warna yang berbahaya ini agar masyarakat terhindar dari akibat yang merugikan.

Ada 30 jenis zat warna yang dinyatakan berbahaya bila digunakan dalam pengolahan makanan. Adapun zat warna yang dimaksud terdiri dari :

1. Auramin

2. Alkanet

3. Butter Yellow

4. Black 7984

5. Burn Umber

6. Chrysoindine

7. Chrysoine

8. Citrus red No.2

9. Chocolate Brown FB

10. Fast Red E

11. Fast Yellow AB

12. Guinea Green B

13. Indanthrene Blue RS

14. Magenta

15. Metanil Yellow

16. Oil Orange SS

17. Oil Orange…

Bahan Makanan Tambahan

Keamanan pangan merupakan persyaratan utama yang harus dimiliki oleh setiap produksi yang beredar dipasaran. Untuk menjamin keamanan pangan olahan, maka dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, produsen industri makanan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari produsen, dengan pengaturan dan pembinaan dari pemerintah.

Akibat kemajuan ilmu teknologi pangan di dunia dewasa ini, maka semakin banyak jenis bahan makanan yang diproduksi, dijual dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibanding dengan bentuk segarnya. Semua jenis makanan siap santap dan minuman awet tersebut dapat menjadi busuk dan masih layak untuk dikonsumsi. Kemudahan tersebut dapat terwujud diantaranya berkat perkembangan teknologi produksi dan penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM).

Salah satu masalah keamanan pangan yang masih memerlukan pemecahan yaitu penggunaan bahan tambahan, untuk berbagai keperluan. penggunaan Bahan tambahan makanan dilakukan pada industri pengolahan pangan maupun dalam pembuata…

Kenali Zat Pewarna Pakaian pada Makanan Serta Dampaknya

Penampilan makanan, termasuk warnanya, sangat berpengaruh untuk menggugah selera. Penambahan zat pewarna pada makanan bertujuan agar makanan lebih menarik. Zat pewarna sendiri secara luas digunakan di seluruh dunia. Di Indonesia, sejak dahulu orang banyak menggunakan pewarna makanan tradisional yang berasal dari bahan alami, misalnya kunyit untuk warna kuning, daun suji untuk warna hijau dan daun jambu untuk warna merah. Pewarna alami ini aman dikonsumsi namun mempunyai kelemahan, yakni ketersediaannya terbatas, dan warnanya tidak homogen sehingga tidak cocok digunakan untuk industri makanan dan minuman. Penggunaan bahan alami untuk produk massal akan meningkatkan biaya produksi menjadi lebih mahal dan lebih sulit karena sifat pewarna alami tidak homogen sehingga sulit menghasilkan warna yang stabil. Kemajuan teknologi pangan pangan memungkinkan zat pewarna dibuat secara sintetis. Dalam jumlah yang sedikit, suatu zat kimia bisa memberi warna yang stabil pada produk pangan. Dengan demi…

Pewarna Makanan Mempunyai Pengaruh Buruk Untuk Anak-Anak Hiperaktif

Anak anda termasuk anak yang tergolong hiperaktif? Anda jangan coba-coba memberi pewarna makanan pada makanan kesukaanya. Karena pewarna makanan mempunyai pengaruh buruk terhadap anak-anak hiperaktif, dapat menyebabkan si anak yang sulit berkonsentrasi. Celakanya, manusia modern saat ini mengkonsumsi pangan yang diwarnai dua kali lipat dibanding 50 tahun lalu.

Pewarna digunakan pada hampir seluruh makanan olahan yang dikonsumsi anak-anak, dari mulai permen, sereal, hingga minuman ringan. Sebaiknya kita kenali dulu apa pewarna makanan itu,

Pewarna makanan

merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki penampakan makanan. Penambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan, di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.

Secara garis besar pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetik. Pewarna alami yang dikenal di antaranya adalah daun suj…

Jangan Pilih Warna Makanan “Ngejreng”

urabaya, eHealth. Pewarna makanan sintetis yang mengandung bahan kimia mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang, terutama bagi anak-anak. Celakanya lagi, manusia saat ini mengkonsumsi panganan yang diwarnai, berkali-kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Pewarna makanan digunakan hampir seluruh makanan olahan yang dikonsumsi banyak orang, terutama makanan anak-anak, mulai dari permen, jajanan, sereal, hingga minuman ringan. Untuk itu, sebaiknya kenali terlebih dahulu pewarna makanan pada makanan olahan.



Penambahan pewarna makanan digunakan dengan tujuan dapat memperbaiki penampilan makanan agar terkesan menarik bagi konsumen, menyeragamkan dan mempertajam warna makanan itu sendiri.

Namun, adakalanya kita tetap harus mewaspadai makanan yang mengandung zat pewarna, terutama pewarna buatan. Hal ini dikarenakan adanya penambahan bahan pewarna makanan yang digunakan lantaran untuk menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan, menyembunyikan bahan makanan ya…

Dilema Pewarna Makanan

Penggunaan pewarna sintetis yang tidak proporsional bisa mengganggu kesehatan. Pewarna alami lebih aman asal bahan pendukungnya adalah bahan halal. Dalam sehari, pernahkan Anda mengitung berapa jenis makanan yang dikonsumsi anak kita? Permen, jeli, kue lapis, bahkan minuman warna warni mungkin adalah makanan favorit mereka. Harganya yang tak sampai Rp 5 ribu rupiah menjadi daya tarik tersendiri. Siapa dari mereka yang akan berpikir “jahat”-nya pewarna dalam makanan tersebut.

Bahan pewarna saat ini memang sudah tidak bisa dipisahkan dari makanan dan minuman olahan. Berbagai makanan yang dijual di toko, warung dan para pedagang keliling hampir selalu menggunakan bahan pewarna. Warna ini biasanya menyesuaikan dengan rasa yang ingin ditampilkan pada produk tersebut. Misalnya untuk rasa jeruk diberi warna oranye, rasa stroberi dengan warna merah, rasa nanas dengan warna kuning, rasa leci dengan warna putih, rasa anggur dengan warna ungu, rasa pandan dengan warna hijau, dan seterusnya.

Secara…

Hasil penelitian UNS Sebelas Maret Pewarna makanan penyebab kanker

Friday, 20 June 2008



SOLO - Dari hasil penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surakarta (UNS) Sebelas Maret, sebuah bahan kimia dengan nama metanil yellow atau zat pewarna sintetis kuning diduga kuat telah digunakan sebagai bahan campuran dalam sejumlah produk makanan hingga berwarna kuning memikat.

Dalam keterangannya kepada Wawasan, Kamis kemarin, Ketua Pusat Pengembangan Pangan Gizi dan Kesehatan Masyarakat (P3GKM) LPPM UNS, Sri Hadayani mengatakan, temuan adanya kandungan metanil yellow itu didapat dari hasil penelitan berbagai jenis produk makanan.

"Penggunaan zat berbahaya ini terdapat pada makanan jenis gorengan, untuk mendapatkan warna kuning yang me-mikat. Sebelumnya memakai campuran kunyit, " kata dia.

Handayani mengatakan, untuk membuat campuran kunyit membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, sehingga banyak produsen makanan yang ingin mencari mudahnya dengan menggunakan metanil yellow.

Secara kasat mata, lanjut dia, kandungan …

MENGENAL SEKILAS TENTANG ZAT ADITIF PEWARNA MAKANAN.

Gambar
Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota, pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Secara ilmiah, zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal.

Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya.

Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) ad…

.::About my JOb::.

Gambar